PERANAN SISTEM INFORMASI DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

PERANAN SISTEM INFORMASI DALAM PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Pendahuluan

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK) pembangunan dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, namun di negara berkembang manfaat pembangunan belum merata.
Diera globalisasi sekarang ini, Indonesia beritikad untuk melaksanakan pembangunan berkesinambungan yang berwawasan lingkungan setiap pembangunan ditujukan untuk meningkatkan untuk meningkatan manfaat (dampak positip), dan mengurangi resiko (dampak negatip) yang tanpa direncanakan merupakan dampak dari setiap rencana kegiatan pembangunan. Oleh sesbab itu Indonesia didalam proses pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dan kualitas manusia, berbeda dengan negara-negara berkembang, karena Indonesia proses pembangunan yang meningkatkan kualitas material tetapi memperhatikan kualitas spiritual manusia, yang selaras dan seimbang dengan lingkungan alam.
Pembangunan berwawasan lingkungan pada program pembangunan jangka panjang pada tahap kedua perlu ditunjang dengan suatu system informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam undang-undang RI No. 4 tahun 1992 tentang pokok pengelolaan lingkungan hidup dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumberdaya secara bijaksana dalam berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Mempersoalkan system sebenarnya bukan membahas hal yang baru, namun akhir-akhir ini banyak dipelajari dikarenakan ternyata para ilmuwan mengganggap bahwa system sangat bermanfaat untuk dipergunakan sebagai alat, untuk mendekati suatu system pendekatan dan system Informasi. banyak ilmuwan mengetengahkan difinisi system. Davis (974 : 43) mendivinisikan system masalah sebagai totalitas himpunan benda-benda atau bagian-bagian yang satu sama lain berhubungan sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pengertian informasi adalah suatu kesatuan pernyataan pandangan, fakta, konsep atau ide, yang berhubungan erat dengan pengetahuan, bila informasi tersebut diasimilasikan, dikorelasikan dan dimengerti akan menjadi suatu pengetahuan. Informasi dapat berupa : Pengetahuan baru; teori; prinsip; ide; teknologi baru; desain baru; produk baru; proses; prototif; penyempurnaan; metode (Davis, 1974 : 24) system informasi adalah suatu system formal mengenai hal melaporkan, menggolongkan dan menyebarkan informasi kepada orang-orang yang tepat. (Moekizat, 1986 : 64 ). Murdick (1971 : 24) menyatakan, bahwa system informasi adalah proses komunikasi, dimana informasi masukan (input) direkam, disimpan dan diperoleh kembali (diproses) bagi keputusan.
Sistem informasi yang dirancang khusus untuk mengelola komponen kegiatan lingkungan, yang mengelola informasi produk serta proses lingkungan untuk menanggulangi atau mengurangi masalah pencemaran lingkungan. Setiap hasil penemuan ilmiah dan produk-produk lingkungan informasinya perlu didokumentasikan direkam informasinya dalam bentuk buku (laporan, majalah, loaflaot, dll).

Peranan Sistem Informasi.
Sebelum dijelaskan peranan system informasi, terlebih dahulu menjelaskan bentuk-bentuk system informasi. Menurut Davis (1974 : 57); bentuk-bentuk system informasi antara lain, system informasi deterministic dan system informasi probabilistic. Sistem informasi deterministic adalah system informasi yang dalam operasinya dapat menentukan hasilnya secara tepat, sedangkan system semua unsur-unsur dan saling berhubungan sehingga system informasi tersebut harus dipandang sebagai suatu system tunggal, akin tetapi cukup kompleks sehingga perlu diuraikan menjadi subsistem-subsistem untuk perencanaan dan pengendalian pengembangannya serta untuk mengendalikan operasinya. Hakekat proyek system terhadap pengendalian proyek pada umumnya tepat. Hal ini menunjukkan penerapan bahan system dalam pengembangan proyek system informasi berikut : Sistem informasi dirumuskan dan tanggung jawab sepenuhnya dibebankan pada satu orang; subsistem-subsistem pengolahan informasi yang penting dirumuskan. Batas-batas Dan interfaco-interfaco diuraikan dengan jelas; suatu penjadwalan pengembangan dipersiapkan; setiap subsistem, apabila telah siap untuk untuk dikembangkan, diserahkan kepada suatu proyek. Pemimpin proyek menguraikan pekerjaan menjadi subsistem-subsistem Dan membebenkan tanggung jawab untuk masing-masing; system kontrol digunakan untuk memonitor proses pengembangannya.
Penguraian informasi menjadi subsistem-subsistem Dan subsiste-subsistem yang lebih kecil penting sekali karena hal ini memungkinkan dilaksanakannya penguraian lebih lanjut setiap subsistem diuraikan Dan dirancang secara cermat sehingga sesuai dengan batas-batas yang telah ditentukan untuk itu, dan dapat berhubungan dengan tepat, maka bagian-bagian akin sesuai dan bekerjasama sepenuhnya. Paham ini sangat sederhana, pelaksanaannya lebih sulit. Beberapa pertanyaan yang bersifat operasional adalah: berapa besar sebaiknya suatu subsistem ? Bagaimana interfaco akin dirumuskan ? Bagaimana batas-batas dapat dirumuskan supaya tidak membingungkan ? masalah yang timbul apabila satu sistem yang telah diuraikan /dibagi lagi dijalankan bersama biasanya terdapat pada batas dan interfaco, sehingga pertanyaan-pertanyaan yang bersifat operasional ini menjadi penting untuk melaksanakan paham tersebut. Pendekatan penggunaan perumusan suatu sistem, batas dan interfaco dalam perencanaan, penugasan, dan pengendalian perancangan satu sistem penting sekali bagi satu sistem informasi yang baik.

Pembangunan Berkelanjutan
Manusia mempunyai kapasitas untuk menjadikan pembangunan ini berkelanjutan. Ini berarti pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan sekarang dengan mengindahkan kemampuan generasi mendatang untuk mencukupi kebutuhannya.
Mowlana (1916 : 129) mengklasifikasikan model paradigma pembangunan atas model awal pembangunan yang menekankan perlunya kapitalisme, dan model distribusi social kalau pada model awal pembengunan yang ditekankan adalah perlunya kapitalisme, kemudian dalam model distribusi social, muncullah kesadaran akin keadaan marginalitas yang dihasilkan oleh konsep pembangunan dengan arti pertumbuhannya, maka kemudian tampil sejumlah pengulas teori pembangunan seperti Servaes (1986), Frank (1972), Fernando (1983), dan Furtado (1974). Bagi kelompok analis ini, yang menjadi masalah utama yang sebenarnya bukan terletak pada kuantitas pertumbuhan social, melainkan pada kualitas dari proses pencapaian pertumbuhan itu sendiri.
Pandangan ini tetap mengakui pentingnya pembangunan ekonomi dan social, namun menurut mereka persoalan kunci adalah: Siapa yang mengendalikan pembangunan ? Apakah negara-negara yang sedang membangun itu merupakan obyek pembangunan-kendali tuhjuan berada ditangan seseorang di luar mereka atau mereka merupakan subyek pembangunan yakni mengendalikan sendiri tujuan mereka itu ? Dalam menjawab pertanyaan inilah kemudian muncul teori-teori ketergantungan dan teori keterbelakangan secara garis besar, yang dimaksud dengan teori ketergantungan adalah suatu keadaan dimana keputusan-keputusan utama yang mempengaruhi kemajuan ekonomi di negara berkembang seperti keputusan mengenai harga komoditi, inventasi, hubungan moneter, dibuat oleh individu atau institusi di luar negara yang bersangkutan. Sedangkan teori keterbelakangan meliputi tiga tahapan yaitu tahap impor dan tahap berkembangnya perusahaan multi-nasional. Cardozo (Jaya Weera : 1987 : 76) menunjukan tahap keempat yang menunjang proses keterbelakangan ini, yaitu semakin mantapnya elit-elit local domistik di negara berkembang oleh elit internasional. suatu analisis kelas menunjukan bahwa kepemimpinan di banyak negara berkembang khususnya di negara yang paling terintegrasi kedalam ekonomi pasar dunia, adalah didukung oleh jalinan hubungan-hubungan bisnis, pendidikan, social dan politik.
Konsep pembangunan berkelanjutan mengimplikasikan batas, bukan batas absolut akan tetapi batas yang ditentukan oleh tingkat masyarakat dan organisasi social mengenai sumberdaya alam serta kemampuan biosfer menyerap pengaruh-pengaruh kegiatan manusia.
Teknologi dan organisasi dapat dikelola, dan ditingkatkan untuk memberi jalan bagi era baru pertumbuhan ekonomi. Kemiskinan dapat hilang atau dihindari dengan memenuhi kebutuhan dasar dan menyediakan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menyediakan kesempatan untuk memenuhi cita-cita akan kehidupan yang lebih baik. Dunia yang miskin akan sering mengalami bencana ekologis dan bencana lainnya. Pemenuhan kebutuhan pokok memerlukan tidak hanya era baru pertumbuhan ekonomi bagi negara-negara yang mayoritasnya miskin, akan tetapi juga jaminan bahwa yang miskin tersebut memperoleh sumber daya yang menjadi bagiannya secara wajar agar pembangunan itu berkelanjutan. Kesamaan demikian ini akan terbantu secara efektif dalam pengambilan keputusan.
Dalam pengertian yang luas, strategi pembangunan berkelanjutan bermaksud mengembangkan keselarasan antar umat manusia serta antara manusia dengan alam.
Upaya-upaya yang perlu dilaksanakan dalam pembangunan berkelanjutan :
– Menggiatkan kembali pertumbuhan.
– Mengubah kwalitas pertumbuhan.
– Memenuhi kebutuhan pokok manusia berupa lapangan kerja, pangan, energi, air dan sanitasi.
– Mengendalikan jumlah penduduk pada tingkat yang berkelanjutan atau menunjang kehidupan selanjutnya.
– Menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya.
– Mereorentasikan teknologi dan mengelola resiko.
– Menggabungkan lingkungan dan ekonomi dalam pengambilan keputusan. Pencapaian pembangunan berkelanjutan masyarakat :
– Suatu sistem politik yang menjamin partisipasi efektif masyarakat dalam pengambilan keputusan.
– Suatu sistem ekonomi yang mampu menghasilkan surplus serta pengetahuan teknis berdasarkan kemampuan sendiri dan bersifat berlanjut. Satu sistem social yang memberikan penyelesaian bagi ketegangan-ketegangan yang muncul akibat pembangunan yang tidak merata.
– Suatu sistem produksi yang menghormati kewajiban untuk melestarikan ekologi bagi pembangunan.
– Suatu sistem teknologi yang dapat menemukan terus-menerus jawaban-jawaban baru.
– Suatu sistem internasional yang membantu perkembangan hak-hak perdagangan dan hubungan yang berlanjt, dan
– Suatu sistem administrasi yang luwes dan mempunyai kemampuan memperbaiki diri, ini berarti, pembangunan yang berkelanjutan, bukanlah suatu tingkat keselarasan yang tetap, akan tetapi berupa sebuah proses pemanfaatan sumber daya, arah investasi, orientasi pengembangan teknologi, serta perubahan kelembagaan yang konsisten dengan kebutuhan tiap hari.
Sehingga pembangunan berkelanjutan bersandar pada kemampuan politik.
Prinsip-prinsip yang mendukung berkelanjutan
Prinsip-prinsip dasar dari setiap elemen pembangunan berkelanjutan dapat diringkas menjadi empat hal yaitu pemerataan, partisipasi, keanekaragaman, integrasi dan prespektif jangka panjang.
a. Pembangunan berkelanjutan menjamin pemerataan dan keadilan social.
Kepedulian utama dari suatu pembangunan yang berkelanjutan adalah menjawab pertanyaan tentang pemerataan. Untuk generasi masa kini dan generasi mendatang. strategi pembangunan harus dilandasi “premis” padahal seperti : Lebih meratanya distribusi sumber daya lahan dan factor produksi, lebih meratanya peran dan kesempatan, dan pemerataan ekonomi yang dicapai dengan keseimbangan distribusi kesejahteraan. Akan tetapi, pemerataan adalah konsep yang relatif dan tidak secara langsung dapat diukur.
Dimensi etika pembangunan berkelanjutan ada hal yang menyeluruh (global), kesenjangan pendapatan negara-negara kaya dan miskin melebar, walaupun pemerataan dibanyak negara sudah meningkat. aspek etika lainnya yang menjadi kepedulian pembangunan berkelanjutan adalah prospek generasi masa mendatang tidak dapat dikompromikan dengan aktivitas generasi masa kini. Ini berarti pembangunan generasi muda kini harus selalu mengindahkan generasi masa mendatang untuk mencapai kebutuhannya.

b. Pembangunan berkelanjutan menghargai keanekaragaman (Diversity)
Pemeliharaan keanekaragaman hayati adalah persyaratan untuk memastikan bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berkelanjutan untuk masa kini dan masa dating. keanekaragaman hayati juga merupakan dasar bagi keseimbangan tatanan lingkungan (ekosistem).
Pemeliharaan keanakaragaman budaya akan mendorong perlakuan yang merata setiap orang dan membuat pengetahuan terhadap tradisi berbagai masyarakat dapat dimengerti oleh masyarakat.

c. Pembanguna berkelanjutan menggunakan pendekatan Integratif.

Pembangunan berkelanjutan mengutamakan keterkaitan antara manusia dengan alam, manusia menpengaruhi alam dengan cara yang bermanfaat atau merusak. Hanya dengan memanfaatkan pengertian tentang kompleksnya keterkaitan antara sistem alam dan sistem social, dan dengan menggunakan pengertian ini melaksanakan cara-cara yang lebih integrative dalam melaksanakan pembangunan, keberlanjutan masa depan dimungkinkan. Hal ini merupakan tantangan utama kelembagaan.

d. Pembangunan berkelanjutan meminta Perspektif jangka panjang.
Masyarakan biasanya cenderung menilai masa kini lebih dari masa depan. Implikasi pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan yang melandasi penilaian ini.
Pembangunan berkelanjutan masyarakat dilaksankan penilaian yang berbeda dengan asumsi-asumsi normal dalam prosedur “pemotongan” (discoming).
Perspektif jangka panjang adalah perspektif pembangunan yang berkelanjutan. Hingga saat ini, kerangka jangka pendek mendominasikan pemikiran para pengambil keputusan ekonomi. Hal ini harus di rumah.

Peranan Informasi Lingkungan
Pada tahun 1989 informasi Ensicnet masih terbatas pada masalah penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan, kemudian dikembangkan menjadi sistem informasi lingkungan. ENSICNET (ngentot Network for Exchange of Information on Enviromental Santitation) merupakan kegiatan jaringan informasi regional yang dikoordinasikan oleh LRDC-ALL dengan sponsor ADB proyek yang terdiri dari enam negara anggota yaitu : Cina, Indonesia, Nepal, Pakistan, philipines, Thailan dan Vietnam.
Program Ensicnet Indonesia dikembangkan dengan membentuk anggota jaringan (sebagai nodes) yang tersebar di seluruh Indonesia yang kontak person Ensicnet terdiri dari para pustakawan, peneliti, pembuat kebijaksanaan lingkungan. Dalam menata sistem informasi lingkungan penyediaan informasi harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan para pemakainya terutama yang dapat digunakan sebagai acuan bagi para pembuat keputusan lingkungan hidup.
sistem informasi lingkungan di suatu negara yang sudah maju merupakan acuan bagi pembuat keputusan atau kebijaksanaan lingkungan terutama saat mengkaji apakah proyek/kegiatannya akan merusak lingkungan atau tidak, dan apakah ada dampak penting yang perlu ditanggulangi agar dampak tersebut dapat dikurangi atau dihindarkan dengan cara mererapkan IPTEK/teknologi.
Informasi-Informasi
IPTEK umumnya dan teknologi khususnya perlu diidentifikasikan kegiatan mana sebagai masukan (input) dan pemrosesannya serta pengolahannya sedemikian rupa agar informasinya dapat dirancang (design) sesuai kebutuhan (demand), Sistem pengelolaan kegiatannya diharapkan suatu saat dapat mempercapat terwujudnya konsep-konsep system informasi yang sedang dikembangkan oleh masing-masing sector di Indonesia. Konsep sistem lingkungan agar menjadi bagian dari sistem informasi teknologi yang berwawasan lingkungan.
Dalam pelaksanaan kegiatannya yang diharapkan suatu saat dapat menunjang suatu sistem informasi lingkungan, maka bidang jasa informasi teknologi (BAJITO LIPI), sedang melakukan serangkaian program antara lain :
1. Mengumpulkan informasi IPTEK, proses-proses teknologi untuk pengolahan limbah dan informasi lainnya tentang pencemaran (udara, debu, limbah air dan limbah padat)
2. Mengolah, memproses informasi teknologi dengan membuat dan menerapkan pangkalan data untuk masalah lingkungan :
 Pangkalan data PIT (Penyebaran Informasi Terseleksi, subyek polusi, pencemaran dan limbah dll).
 Pangkalan data (ENSICNET) (Waste Water Treatment, Reuse, Solid waste, disposal, population etc)
 Pangkalan data teknologi dan alih teknologi (technology) apa saja yang ditawarkan, yang diminta, lembaga (institut) dan perorangan/konsultan, ahli (person).
3. Mendokumentasikan informasi dalam bentuk cetakan dan bentuk rekaman audio visual (Vidio casete, foto, slide mikrofis, microfilm dll)
4. Menyusun bibliogrsfi dan indeks (populasi, limbah dll).
5. Layanan perpustakaan, dokumentasi dan informasi yang tersedia di BAJIT PDII LIPI.
Mengingatkan peranan sistem informasi yang berwawasan lingkungan merupakan hal yang baru, maka dalam pelaksanaannya program kegiatan tersebut perlu melibatkan semua instansi yang terkait baik dalam organisasi pemerintah, swasta dan seluruh masyarakat Indonesia.

Analisis Keadaan
Dari uraian terdahulu dapat dianalisis, bahwa sebetulnya masyarakat sangat memerlukan data ataupun informasi, akan tetapi kondisi sumber data yang kurang terkoordinir, kualitas data yang kurang banyak data yang belum diperoleh, membuat orang menjadi seolah kurang memanfaatkan informasi. Oleh sebab ini diharapkan dalam waktu dekat dilakukan koordinasi, pembagian kerja serta peningkatan jumlah, mutu dan kelengkapan informasi lingkungan hidup dalam menghadapi PJPT II yang akan dating.

Penutup
Sering terjadinya pencemaran lingkungan akibat ulah manusia yang kurang memperhatikan keseimbangan dengan alam sekitarnya. Dampaknya sepertim keracunan makanan, ini diketahui setelah para ahli meneliti, karena masyrakatan masih awam. Dengan demikian pemantauan lingkungan itu penting mengingat pula secara dinamis orang belum tahu persis apa efek kualitas lingkungan tertentu terhadap kesehatan masyarakat. Disarankan agar dilakukan pemantauan kualitas lingkungan hidup secara kontinu sehingga dapat data yang memenuhi syarat untuk dipergunakan baik dalam penelitian maupun perencanaan lingkungan hidup.

DAFTAR PUSTAKA
Davis, Godon, B 1974, Management Informasi System. International Mc GraaHiil, Sydney.
Djajaningrat, Surna. I, 1992 Pembangunan Berkelanjutan. KLH Jakarta
Drajat Rukasih. 1992 Pendayagunaan Informasi Ensicnet Menunjang Linhgkungan Hidup BAJIT-LIPI Jakarta.
Jaya Weera, Neville (Edit), 1987, Rethinking Development Communication. AMIC, Singapore.
Juli SS 1990, Kepedulian Masyarakat Terhadap Informasi Ilmiah. Bandung.
Moekijat 1996 Sistem Informasi Manajemen. Remaja Karya Bandung.
Mowlana, Hamid 1990, The Passing of Modernity Longman. new York, London.
Murdick, Robert G 1993, Sistem Informasi Untuk Management Modern. Erlangga. Jakarta.
Bahan-bahan Workshop Ensicnet Indonesia, tanggal 24-25 Nop 1992. Bandung.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: